Rabu, 02 November 2011

Konseling Psikologi Individual


KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL
(KOPSIN)

1.      Pengantar Konseling Psikologi Individual
       Psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Adler, sebagai suatu sistem yang komparatif dalam memahami individu dalam kaitannya dengan lingkungan social. Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa prilaku manusia dipandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (harga diri kurang). Istilah yang digunakan oleh Adler adalah “inferiority coplex untik menggambarkan keadaan perasaan harga diri kurang yang senantiasa mendorong individu untuk kompensasi mencapai keunggulan.
       Hal lain yang penting dalam konstruk psikologi individual adalah konsepsi prilaku situasional social. Manusia pada dasarnya bersifat social dan berusaha mencari tempat dalam masyarakat dan berusaha untuk membangun suatu kesatuan pribadi. Konstruk utama yang lain adalah pandangan tentang kesatuan organism yang berorientasi tujuan.
       Konsep lain yang dikemukakan oleh Adler adalah pandangan bahwa individu sebagai suatu organisasi diri yang konsisten. Hal penting lainnya adalah konsep minat kemasyarakatan sebagai bagian dari kualitas manusiawi. Salah suai dalam konsep psikologi individual adalah merupakan substitusi dalam mencapai perasaan superioritas. Kecemasan yang timbul disebabkan oleh konsentrasi dalam mencapai superioritas pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan orang lain.

2.      Perkembangan kepribadian
a.      Dasar kepribadian terbentuk pada usia empat-lima tahun pertama
b.      Pada awalnya manusia dilahirkan dengan feeling of inferiority (foi), yang selanjutnya menjadi dorongan bagi perjuangannya ke arah feeling of superiority (fos)
c.       Anak-anak menghadapi lingkungannya dengan kemampuan dasarnya dan menginterpretasikan lingkungannya itu
d.      Dalam pada itu social interest-nya pun berkembang
e.      Selanjutnya terbentuklah Is yang unik untuk masing-masing individu yang bersifat:
-          Self deterministic
-          Teleologis
-          Holistic
f.        Sekali terbentuk Is sukar untuk berubah, perubahannnya akan membawa kepedihan




3.      Perkembangan Kepribadian Salah Suai
          Pada dasarnya  kepribadian salah suai disebabkan oleh inferiority feeling yang tidak ditanggulangi dengan baik atau dibesar-besarkan serta berlangsung secara tidak wajar akan menimbulkan bibit ketidak normalan apalagi disertai dengan : kacacatan fisik ataupun mental, perlakuan orang tua yang tidak wajar, serta anak yang ditelantarkan.

4.      Tujuan dan Proses Konseling
J Tujuan
a.      Membantu klien mengubah konsep diri sendiri:
-          Menstruktur dan menyadari Is klien
-          Mengurangi penilaian negatif tentang diri sendiri dan perasaan inferiornya
b.      Mengoreksi persepsi klien tentang lingkungannya dan mengembangkan tujuan-tujuan baru yang hendak dicapai melalui tingkah laku baru klien
c.       Membangun kembali Is klien
J Proses konseling
       Pada waktu penyelenggaraan konseling, konselor mestinya berusaha mengumpulkan informasi tentang kehidupannya masalalu terutama pada masa balita klien.keguanaan informasi tersebut ialah untuk menemukan  feeling of inferiority yang mungkin masih bertahan sampai masa sekarang dan untuk keperluan menemukan usaha-usaha guna menutupi perasaan rendah diri itu melalui bentuk kompensasi, sehingga mulai tampak gaya hidup perseorangannya. Selanjutnya konselor membantu klien mengembangkan tujuan-tujuan yang lebih membahagiakandan merancang suatu gaya hidup yang lebih konstruktif.
5.      Teknik Konseling
Teknik yang digunakan dalam konseling psikologi individual ini ada teknik umum dan khusus, yaitu:
a.      Membangun hubungan yang baik antara klien dengan konselor, jangan sampai klien takut:
-     Konselor mampu berkomunikasi dengan baik
-     Objektif
-     Mampu mendengarkan dengan baik
b.      Tiga tahap dalam proses konseling
-     Mengembangkan pemahaman tentang Ig dan Is klien
-     Menginterpretasikan tingkah laku klien sehingga klien menyadari bagaimana tujuan-tujuan (yang termuat di dalam tingkah lakunya) menimbulkan gangguan atau kesulitan
c.       Apabila kesadaran tersebut muncul, dikembangkan Is klien
d.      Analisis Is:
-     Memahami cacat fisik dan mental, penganiayaan dan penelantaran yang pernah dialami
-     Memahami tingkah laku klien
-     Memahami pola sasuh orang tua dimana klien dibesarkan
-     Interpretasi yang tajam
e.      Interpretasi early recollections
Konselor mendiskusikan dengan klien ingatan/kenangan klien masa lampau sebelum umur 10 tahun.
f.        Interpretasi
      Setelah klien menyadari berbagai hal tentang dirinya, klien menyadari kesalahan-kesalahan yang mendasar dalam menjalani hidupnya. Selanjutnya dikembangkan pemahaman-pemahaman baru untuk menghadapi hidup. Untuk itu klien perlu didorong, dibangkitkan keberaniannya untuk menghadapi kehidupannya dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan membahagiakan.

6.      Kekuatan dan Kelemahan Konseling Psikologi Individual
a.      Kekuatan
-          Keyakinan yang optimistik bahwa setiap orang dapat berubah, dapat mencapai sesuatu, arah evaluasi manusia bersifat positif
-          Penekanan hubungan konseling sebagai suatu media untuk mengubah klien
-          Menekankan bahwa masyarakat tidak sakit atau salah, akan tetapi manusianya yang sakit atau salah
-          Menekankan bahwa kekuatan sebagai pusat pendorong perilaku

b.      Kelemahan
-          Terlalu banyak menekankan pada tilikan intelektual dalam upaya perubahan
-          Penekanan yang berlebihan pada pengalaman, nilai, dan minat subyektif sebagai penentu perilaku
-          Minimalkan faktor biologis dan riwayat masa lalu
-          Terlalu banyak menekankan tanggung jawab pada keterampilan diagnostik konselor.



Sumber:
Mohamad Surya. 2003. Teori-Teori Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy
Prayitno. 1998. Konseling Pancawaskita. Padang: FIP UNP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar